Senin, 18 April 2022

MODUL 3.1.A.6 REFELKSI TERBIMBING

3.1.a.6 Refleksi Terbimbing Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimipin Pembelajaran

1. Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan? Dalam pengambilan keputusan yang berpedoman pada 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah merupakan hal yang sangat baru bagi saya, dan ini di luar pemikiran saya yang selama ini dalam pengambilan keputusan hanya berdasarkan hal bijak dan ternyata  dilema etika merupakan sebuah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Sedangkan, bujukan moral merupakan sebuah situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat keputusan antara benar atau salah. Sebagai guru, kita mungkin pernah mengalami situasi dilema etika. Saat hal itu terjadi, ada nilai-nilai kebajikan mendasari yang bertentangan seperti:1. cinta dan kasih sayang 2. Kebenaran 3. keadilan 4. kebebasan 5. Persatuan 6. toleransi 7. Tanggung jawab dan penghargaan akan hidup yang disebut sebagai paradigma dalam pengambilan keputusan. Secara umum paradigma yang terjadi pada situasi dilema etika ada 4 seperti di bawah ini: 

1.      Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2.      Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.      Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4.      Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term) 

Prinsip pengambilan keputusan ada tiga, yaitu

·         Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking) ditentukan dengan konsekuensi atau hasil dari suatu tindakan.

·         Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking) menentukan keputusan berdasarkan peraturan yang telah dibuat

·         Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking) prinsipnya “Lakukan kepada orang lain seperti yang Anda ingin mereka lakukan kepada Anda." Dengan kepedulian terhadap sesama kita akan menjadi lebih peka dan bersimpati.

Sembilan langkah pengujian dan pengambilan keputusan

1.      Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini.

2.      Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini. 

3.      Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.      Pengujian benar atau salah, yang meliputi uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji halaman depan Koran, uji panutan/idola.

5.      Pengujian paradigma benar lawan benar

6.      Melakukan prinsip resolusi

7.      Investigasi opsi trilema

8.      Buat keputusan

9.      Lihat lagi keputusan dan refleksikan. 

Itulah beberapa hal yang di luar pemikiran saya  sebagai seorang pemimpin pembelajaran. Ternyata dalam pengambilan keputusan kita perlu mengambil dengan sangat bijak. Tetapi tidak semua keputusan harus menggunakan pedoman tersebut, jadi tergantung juga permasalahannya. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran kita perlu membiasakan diri dalam mengambil keputusan yang tepat dan dapat dipertangungjawabkan

2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan ketiga materi tersebut dalam proses Anda mengambil keputusan dalam situasi dilema etika yang Anda hadapi selama ini.  Anda dapat juga menulis tentang sebuah situasi dilema etika yang dihadapi oleh orang lain serta keputusan yang diambil. Berilah ulasan berdasarkan 3 materi yang telah Anda pelajari di modul ini.
Jawaban  :

Contoh Dilema Etika yang pernah saya hadapi yaitu  Teman saya sebagai penanggung jawab koperasi sekolahda juga sebagai bendahara, pada suatu hari beliau membutuhkan uang untuk biaya  anaknya masuk sekolah, dan beliau meminta pendapat saya dan juga berjanji akan mengembalikan uangnya paling lama 8 bulan. Setelah berjalan lebih dari 8 bulan  ternyata ada teman yang  menayakan keuangan koperasi, dan disinilah saya merasakan Dilema etika . Maka saya menganalisis kasus ini  berdasarkan 4 paradigma, kasus ini termasuk paradigma kebenaran lawan kesetiaan, dimana peraturan koperasi harus di laksanakan disisi lain teman saya masih belum ada uangnya untuk mengembalikan. Prinsip yang termasuk dalam kasus ini yaitu Care Based Learning  yaitu bahwa saya peduli dengan teman saya. Dan saya melalukan pengujian dengan 9 langkah dimana hasil akhirnya saya harus merahasiakan dari teman yang lain, dan saya memberikan jeda waktu kepada teman saya untuk melunasi uang yang dipinjam dari koperasi sekolah

3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
Jawaban :
Setelah saya mempelajari modul ini banyak sekali hal baru yang saya pelajari salah satunya yaitu saya mulia paham hal apa saja yang harus saya lakukan dalam setiap pengambilan keputusan dan ada berbagai macam pertimbangan yang perlu diperhatikan agar bisa menghasilkan keputusan bijaksana. Jika sebelumnya saya mengambil keputusan hanya berdasarkan feeling saya saja, hanya berdasarkan sudut pandang saya saja, emosi kadang malah lebih dominan dalam pengambilan keputusan saya yang kadang kala hanya menguntungkan diri kita sendiri. Setelah mempelajari modul ini saya merasa bahwa keputusan saya kurang tepat, setiap keputusan harus diambil dengan kesadaran yang tinggi. Dan setiap keputusan harus  menguntungkan kedua belah pihak

4. Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Jawaban : 

Dampak yang saya rasakan setelah mempelajari modul 3.1 ini saya merasakan lebih percaya diri  dalam mengambil keputusan terutama sebagai pemimpin pembelajaran, saya lebih percaya diri karena bisa memastkan keputusan yang saya ambil tepat atau efektif karena sudah melalui proses pengujian keputusan yang terdiri dari 3 paradigma, 4 prinsip dan 9 langkah tersebut, walaupun saya juga harus tetap beajar dan sharing kepada teman sejawat yang sudah berpengalaman untuk memastikan keputusan saya sesuai atau keputusan saya tersebut tepat. Sebelumnya saya identifikasi dulu permasalahan yang terjadi tidak hanya mengumpulkan faktanya saja tetapi juga fokus pada kenyataan. Saya juga merasakan mendapat pengetahuan yang berharga terutama sebagai individu dalam memandang permasalahan yang saya hadapi.

5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?
Jawaban :
Menurut saya pengetahuan  tentang pengambilan keputusan ini sangat penting bagi saya sehingga saya bisa mengambil keputusan yang tepat dan efektif, serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah. Sebelum saya mendapat pengetahuan tentang pengambilan keputusan ini saya merasa bahwa banyak hal atau keputusan yang saya buat selama ini tidak berdasar alur pemikiran yang jelas dan terstruktur, sehingga setelah mendapat materi di modul 3.1 mengenal bagaimana prinsip pengambilan keputusan yang tepat, pola pengambilan keputusan serta membedakan antara dilema etika dan bujukan moral serta penggunaan 9 langkah pengambilan keputusan, membuat saya semakin mantap dan percaya diri untuk bisa mengambil keputusan yang tepat. Walaupun saya harus lebih banyak lagi berlatih lagi dan belajar untuk melatih kemampuan pengambilan keputusan ini dan menerapkan ilmu yang sudah saya peroleh tapi saya sangat bersyukur bisa mendapatkan pengetahuan bagaimana orang-orang hebat mengambil keputusan yang tepat.

6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?
Jawaban :

Hal yang bisa saya lakukan untuk membuat dampak pada lingkungan atau komunitas saya adalah:

  • Membagi materi tentang pengambilan keputusan ini melalui grup wa sekolah maupun secara formal melalui kegiatan komunitas praktisi di sekolah
  • Mengajak teman sejawat berkolaborasi dalam mengambil keputusan atas kasus yang terjadi di sekolah dengan memanfaatkan pengetahuan cara pengambilan keputusan yang sudah saya pelajari
  • Menerapkan konsep-konsep mengenai3 paradigma, 4 prinsip  dan 9 cara pengambilan keputusan dalam mengambil keputusan pada saat saya mengalami keadaan atau situasi dilema etika

7. Selain konsep-konsep tersebut,adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?
Jawaban :
Hal lain yang perlu dipelajari  dalam proses pengambllan keputusan adalah bagaimana  tehnik yang kita harus lakukan dalam melibatkan orang lain dalam proses pengambilan keputusan sehingga tidak terkesan berkonsultasi yang berlebihan terhadap suatu masalah. Dan juga bagaimana tehnik yang di lakukan dalam pengambilan keputusan secara berkelompok atau melibatkan kelompok dalam pengambilan keputusan, sehingga memaksimalkan potensi  dan mengambil keputusan yang tepat. Dan bersikap teliti dan bijaksana juga harus berani serta bertanggung jawab dalam menentukan pilihan yang tepat

8.Adakah nilai-nilai kebajikan yang ditanamkan oleh orangtua anda atau bahkan kakek nenek buyut Anda yang menjadi karakter khas suku atau masyarakat dimana Anda tinggal? Bagaimana Anda sebagai seorang guru akan menggunakannya untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan?
Jawaban : 
Nasihat orang tua yang di tanamkan adalah bahwa saya harus mempunyai pribadi yang sukses yang bisa membawa perubahan besar yang harus mempunyai nilai nilai tradisi di masyarakat sekitar berdasarkan nilia nilia luhur di sekitar masyarakat.

Sebagai seorang guru karakter juga dimaknai sebagai cara berfikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk pengambilan keputusan, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Karakter dapat dianggap sebagai nilai-nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan yang terwujud dalam pikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hukum, tata krama, budaya adat istiadat, dan estetika

Kamis, 14 April 2022

Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan

 Respondent: NITA MULYANI Submitted on: Thursday, 14 April 2022, 8:38 PM


Konsep Pengambilan dan Pengujian Keputusan


Question #1

1

Response is required
Response is required

Sebenarnya apa yang dilakukan bu Tati itu sudah benar karena beliau adalah orang yang sangat disiplin dan pasti tujuannnya adalah demi meningkatkan kedisiplinan di kelasnya. Antara benar dalam pengambilan keputusan bu Tati  ada pertentangan caranya dalam mendisplinkan siswanya disini ada kebenaran yang bertentangan, seharusnya bu Tati menggunakan cara yang relevan

Question #2

2

Response is required
Response is required

Melihat situasi ini saya sebagai rekan sejawat bu Tati mengalami dilema, bahwa Bu Tati sebagai guru yang ingin menanamkan kedisiplinan menurut saya itu sangat bagus tetapi dalam sudut pandang yang lain saya tidak setuju dengan yang dilakukan Bu Tati karena nantinya akan berdampak tidak baik terhadap siswa tersebut

Question #3

3

Response is required
Response is required
fakta faktanya yaitu :

1.  Bu Tati adalah Seorang Guru yang memiliki kedisiplinan yang tinggi, pekerja  keras dan muridnya rata rata nilainya juga bagus bagus.  Kepala Sekolah Anda dan orang tua murid juga sangat menghargai ibu Tati

2. Muridnya BU Tati berlutut di atas bebatuan sekolah yang sangat panas hari itu, menghadap di depan pintu kelas ibu Tati, teman temannya secara tidak langsung sering melihat temannya, dan rekan sejawat melihat secara langsung kejadian ini

Dalam peristiwa ini untuk memberikan efek jera pada siswa  dalam hal pendisiplinan diri sangat bagus tetapi harus dengan cara yang tepat. Jika caranya tidak tepat maka akan menimbulkan banyak permasalahan dimana bisa saja orang tua siswa tidak terima maka orang tua akan melaporkan pada pihak berwajib

Question #4

4

Response is required
Response is required

1. Ada, dalam kasus ini Bu Tati bisa di anggap melanggar Hak asasi manusia

2. Dalam peraturan sekolah tidak diperbolehkan adanya hukuman secara fisik

3. Bedasarkan perasaan dalam situasi seperti ini saya sangat tidak tega sekali dengan anak yang dihukum secara fisik. Dan pastinya saya tidak setuju  karena hukuman ini akan berpengaruh bukan secara fisik tapi psikologi anaknya akan terkena, dan hal ini pasti tidak mudah dilupakan oleh siswa

4. pasti tidak nyaman, karena akan mencoreng nama baik sekolah . tetapi masalah ini harus segara di selesaiakan 

5. Kepala sekolah dan rekan guru yang lain pasti akan berpendapat yang sama yaitu untuk menyelesaikan maslah ini dengan meluruskan permasalahan yang dialami bu tati

Question #5

5

Response is required
Response is required

Rasa keadilan lawan rasa kasihan dan Jangka pendek lawan jangka panjang

Tindakan Bu tati tersebut akan menimbulkan rasa keadilan dan rasa kasihan Karena setiap anak itu memiliki hak yang sama sebagai seorang manusia seutuhnya dengan adanya hukuman yang diberikan bu tati maka akan menimbulkan rasa kasihan dari teman dan guru guru yang lain. Selain itu juga menimbulkan jangka pendek dan jangka panjang terhadap dunia pendidikan utamanya di sekolahnya. Maka bisa saja nama baik akan tercemarkan dan yang lebih penting adalah psikologi anak agar tidak ada rasa trauma pada saat sekolah

Question #6

6

Response is required
Response is required

Prinsip yang akan digunakan untuk mengatasi situasi tersebut adalah Berpikir Berbasis Peraturan (Rule Based Thinking), karena berkaitan dengan aturan dengan menjunjung tinggi prinsip dan nilai.

Question #7

7

Response is required
Response is required

Dengan cara mendiskusikan secara intensif dengan Bu Tati, kita menyampaikan dengan penuh kelembutan hati agar tidak melukai perasaan Bu tati

Question #8

8

Response is required
Response is required

Keputusan yang dapat saya ambil adalah mendatangi bu Tati, berdiskusi dengannya tentang berbagai hal termasuk situasi yang terjadi saat itu. Membuat komitmen yang sesuai bersama sama., tentang cara pendisiplinan yang pas untuk anak didik di sekolah. Dengan begitu semua dapat teratasi dengan baik tanpa merusak keharmonisan warga sekolah

Question #9

9

Response is required
Response is required

Menurut saya cara berdiskusi merupakan cara terbaik untuk dilakukan, tanpa menggurui ataupun menjustice, sehingga moral dan etika tetap berjalan beriringan sesuai aturan yang ada. Manfaatnya dapat membuat kesepakatan terbaik untuk masa mendatang terkait displin yang akan diterapkan pada semua warga sekolah

Selasa, 29 Maret 2022

modul 2.3.a.6 Refleksi Terbimbing

 

Refleksi Terbimbing


Inilah saatnya Anda merenung, mengingat kembali, dan melakukan refleksi mendalam mengenai hal-hal yang telah Anda pelajari pada modul coaching ini. Silakan jawab pertanyaan berikut ini:

1. Sebelum mempelajari modul ini,

saya pikir coaching itu adalah kegiatan seperti memberikan solusi terbaik dari kita sebagai coach, misalkan saja ada teman atau murid yang memiliki masalah, kemudiaan kita membantunya dengan memberikan beberapa solusi yang mungkin bisa di terapkan agar permasalahnya terselesaikan. 

bahwa coaching adalah sebuah bimbingan yang di lakukan untuk kegiatan murid yang akan mengikuti lomba saja, dan mereka membutuhkan motivasi yang tinggi, tugas coach yaitu membimbing dan memotivasi murid tersebut agar memiliki mental pemenang

2. Setelah mempelajari modul ini,

Response is required
Response is required
setelah mempelajari modul ini ternyata apa yang saya pikirkan tentang coaching itu salah, Coaching adalah suatu komunikasi yang dilakukan guru dan murid atau teman sejawat. Dalam proses ini ada kolaborasi antara guru dan murid, di mana guru di sebut sebagai coach sedangkan murid di sebut sebagai Coachee,  dalam proses coaching ada murid distimulus agar bisa menjabarkan masalahya sesuai dengan potensi dan kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya yang muncul secara sadar sebagai sebuah solusi, dan solusi ini harus bisa di pertanggung jawabkannya secara pribadi.  
Response is required
Response is required

Dalam cocaching peran guru hanya menggali potensi dari murid dan memfasilitasinya. Coaching ini merupakan pilihan yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang di hadapi murid dengan menemukan jalan keluarnya sendiri, jadi murid bisa memaksimalkan kemampuannya dalam menyelesaikan masalahnya sendiri

Response is required
Response is required

yang perlu saya kembangkan yaitu ketrampilan dalam membangun komunikasi  dan memfasilitasi pembelajaran murid 

Response is required
Response is required

karena kompetensi ini sangat di perlukan oleh guru dalam menciptakan kenyamanan dalam proses coaching, coachee akan merasa nyaman pada saat berbagi dan kolaborasi dalam menemukan potensi yang ada didalam coachee untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dan membangun kemitraan  antar keduanya  dan mengarahkan coachee untuk menemukan keputusan sendiri

Response is required
Response is required

kendala yang saya hadapi dalam proses coaching  dalam komunitas praktis yaitu : murid belum terbiasa dalam proses coaching dan tertutup dalam menceritakan masalahnya. sikap yang tidak terbuka membuat proses identifikasi permasalahan murid tidak maksimal

Response is required
Response is required

berusaha membuat murid menjadi nyaman dengan menggunakan pendekatan interpersonal, menjadi pendengar yang baik bagi murid dan memberikan respon yang baik dalam menanggapi permasalahannya, meluangkan waktu di luar jam pembelajaran  untuk melakukan coaching 

Rabu, 23 Maret 2022

2.3.a.4.3. Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Coaching

 


2.3.a.4.3. Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Coaching

2.3.a.4.3. Forum Diskusi Eksplorasi Konsep - Coaching

  1. Apa yang dilakukan coach dalam membantu coachee mengenali situasi  (permasalahan atau tantangan) yang dihadapi coachee? 
    Jawaban:
    1. membuat kesepakatan bersama waktu dan tempat untuk bertemu coachee
    2.mengenali tujuan yang ingin dicapai oleh coache
    3. menggali permasalahan coachee dengan mengajukan pertanyaan  dan menjadi pendengar yang aktif dengan komunikasi yang asertif agar coachee merasa nyaman dan lebih terbuka 
    4. coach membantu coachee dalam memilah hasil pemikiran yang dijadikan  rancangan aksi  penyelesaian dan dilanjutkan untuk mendorong dalam menjalankan aksinya agar sesuai hasil yang ingin dicapai
  2. Bagaimana cara coach memberi respons terhadap situasi yang dihadapi coachee? (perhatikan secara cermat sikap dan perilaku coach)
    Jawaban :
    Coach harus membangun kepercayaan  dan keakraban terlebih dahulu,  menjadi pendengar yang aktif dengan memberikan perhatian  dan menghargai apa yang di rasakan coachee, memahami  apa yang disampaikan dan membantu untuk mengembangkan kemampuannya  dalam mengambil keputusan
  3. Apakah praktek coaching model TIRTA dapat dipraktekkan dalam situasi dan konteks lokal kelas dan sekolah Anda? apa tantangan utama Anda dalam melakukan praktek coaching model TIRTA?
    Jawaban :
    Model TIRTA dapat dipraktekan di kelas maupun di lingkungan sekolah maupun permasalahan intern guru. Tatangan utama adalah Identifikasi, dalam tahab inilah kunci ketrampilan  komunikasi coach  sangat menentukan untuk memfasilitasi coachee. Kemampuan bertanya merupakan pengaruh yang kuat dalam memenuhi kebutuhan coachee nantinya akan berdampak  pada kesuksesan proses coaching
  4. Siapakah yang dapat membantu Anda melatih praktek coaching model TIRTA di kelas dan sekolah Anda? Bagaimana Anda melibatkan mereka?
    Jawaban :
    Dalam praktek coaching di kelas dan sekolah saya saya dapat di bantu oleh Teman sajawat dan Kepala sekolah  untuk melatih saya dalam praktik coaching dengan Model TIRTA, saya akan melibatkan mereka apabila saya belum bisa maksimal dalam menerapkannya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada pada murid


Modul 2.3.a.4.3 TIRTA Sebagai Model Coaching

 

Eksplorasi Konsep - Pembelajaran 1

TIRTA Sebagai Model Coaching






Setelah memahami langkah-langkah proses coaching dalam model TIRTA, mari berefleksi dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

Question #1

1

Response is required
Response is required
Yang paling menantang  yaitu Tanggung Jawab, karena kita harus komitmen untuk melakukan hal yang sudah kita sepakati, dan pasti banyak tantangan dan hambatan ketika kita sudah menjaga komitmen bersama dan bagaimana kelanjutan dari coaching yang sudah berjalan. tanggung jawab menjadi  tantangan dalam Tahapan TIRTA 
Question #2

2

Response is required
Response is required

1. Ktrampilan Komunikasi merupakan salah satu kendala dalam coaching
2. Komitmen dan tanggung jawab yang harus dijaga agar tujuan dari TIRTA tetap tercapi